Pengertian dan Tujuan
Manajemen Data
Manajemen Data adalah bagian dari manajemen sumber
daya informasi yang mencakup semua kegiatan yang memastikan bahwa data:
-Data Akurat
-Up to Date (Mutakhir)
-Aman
-Tersedia bagi pemakai (user)
Kegiatan Manajemen Data
(1) Kegiatan manajemen data
mencakup :
-Pengumpulan Data
-Integritas dan Pengujian
-Penyimpanan
-Pemeliharaan
-Keamanan
-Organisasi
-Pengambilan
Kegiatan Manajemen Data (2)
–Pengumpulan Data
Data yang diperlukan dikumpulkan dan dicatat dalam suatu formulir yang disebut
dokumen sumber yang berfungsi sebagai input bagi system.
–Integritas dan Pengujian
Data tersebut diperiksa untuk meyakinkan konsistensi dan akurasinya berdasarkan
suatu peraturan dan kendala yang telah ditentukan sebelumnya.
–Penyimpanan
Data disimpan pada suatu medium, seperti pita magnetic atau piringan magnetic.
–Pemeliharaan
Data baru ditambahkan, data yang ada diubah, dan data yang tidak lagi
diperlukan dihapus agar sumberdaya data (berkas) tetap mutakhir.
–Keamanan
Data dijaga untuk mencegah penghancuran, kerusakan atau penyalahgunaan.
–Organisasi
Data disusun sedemikian rupa untuk memenuhi kebutuhan informasi pemakai.
–Pengambilan
Data tersedia bagi pemakai.
TELEMATIKA
Telematika ialah istilah untuk mendefinisikan
Telekomunikasi melalui media informatika. Berdasarkan definisi di atas
telematika sebenarnya mencakup dua teknik yaitu: telekomunikasi dan
informatika. Karena kekhususan penelitian dalam bidang penelitian seperti:
Digital signal processing, Network programming, Managemen Telekomunikasi:
Routing, security, dll. Sentral telepon, router, switch, VoIP dll.
Interoperabilitas: pensinyalan, operating system dan data base. Fiber optics,
Network performance and Qos. Pengembangan software, dll.
Pada Manajemen Data Telematika poin penting yang harus
dimiliki adalah client sebagai user, server sebagai pusat pengambilan data, dan
juga database sebagai tempat menyimpan data
Client-Server
Client-Server merupakan sebuah kemampuan dan layanan komputer
untuk meminta request dan menjawab request data ke komputer lain. Setiap
instance dari komputer yang meminta layanan / request disebut sebagai client
dan setiap instance yang menyediakan/memberikan layanan atau menjawab request
disebut server. Data yang diminta oleh client diambil dari database pada sisi
server (server side) yang sering disebut database server. Client server
diaplikasikan pada aplikasi mainframe yang sangat besar untuk membagi beban
proses loading antara client dan server. Pada awalnya pengertian client server
adalah sebuah sistem yang saling berhubungan dalam sebuah jaringan yang
memiliki dua komponen utama yang satu berfungsi sebagai client dan satunya lagi
sebagai server atau biasa disebut 2-Tier. Ada beberapa pengertian lagi tentang
client-server ini, tetapi pada intinya client server adalah desain sebuah
aplikasi terdiri dari client dan server yang saling berkomunikasi ketika
mengakses server dalam suatu jaringan.
Karakteristik Client-Server
Berikut merupakan
karakteristik dari client-server :
* Service
Untuk menyediakan layanan terpisah yang berbeda
* Shared resource
Server dapat melayani beberapa client pada saat yang sama dan mengatur
pengaksesan resource
* Asymmetrical Protocol
Antara client dan server merupakan hubungan one-to-many. Client memulai
komunikasi dengan mengirim request ke server. Server menunggu permintaan dari
client. Kondisi tersebut juga memungkinkan komunikasi callback.
* Transparency Location
Proses server dapat ditempatkan pada mesin yang sama atau terpisah dengan
proses client. Client/server akan menyembunyikan lokasi server dari client.
* Mix-and-match
Tidak tergantung pada platform
* Message-based-exchange
Antara client dan server berkomunikasi dengan mekanisme pertukaran message.
* Encapsulation of service
Message memberitahu server apa yang akan dikerjakan.
* Scalability
sistem C/S dapat dikembangkan baik secara vertical maupun horizontal
* Integrity
Kode dan data server diatur secara terpusat, sedangkan pada client tetap pada
komputer tersendiri.
Karakteristik sisi client
(Client side)
berikut ini beberapa karakteristik sisi client atau client side yaitu :
-Selalu memulai permintaan layanan
-Menunggu dan menerima balasan dari server
-Biasanya terhubung dengan server-server kecil dalam satu waktu
-Berinteraksi langsung dengan pengguna akhir (end user) dengan menggunakan GUI
(Graphical User Interface).
Karakteristik sisi server
(Server Side)
berikut ini beberapa karakteristik sisi client atau server side yaitu :
-Pasif
-Menunggu permintaan dari client
-Menerima permintaan dari client, kemudian memproses permintaan tersebut dan
memberikan balasan / menjawab permintaan kepada client
-Biasanya menerima koneksi dari sejumlah besar client
-Tidak berinteraksi langsung dengan pengguna akhir
Keuntungan Client-Server
Ada beberapa keuntungan yang dapat kita ambil dari
penggunaan manajemen data telematika client server ini. Berikut adalah beberapa
keuntungan tersebut :
1. Client-server mampu menciptakan aturan dan
kewajiban komputasi secara terdistribusi.
2. Mudah dalam maintenance. Memungkinkan untuk mengganti, memperbaiki server
tanpa mengganggu client.
3. Semua data disimpan di server Server dapat mengkontrol akses terhadap
resources, hanya yang memiliki autorisasi saja.
4. Tempat penyimpanan terpusat, update data mudah. Pada peer-to-peer, update
data sulit.
5. Mendukung banyak clients berbeda dan kemampuan yang berbeda pula.
Kelemahan Client Server
Selain memiliki kelemahan, penggunaan client server juga tentunya memiliki
kelemahan. Berikut adalah kelemahan-kelemahan tersebut :
1. Traffic congestion on the network, jika banyak
client mengakses ke server secara simultan, maka server akan overload.
2. Berbeda dengan P2P network, dimana bandwidthnya
meningkat jika banyak client merequest. Karena bandwidth berasal dari semua
komputer yang terkoneksi kepadanya.
3. Pada client-server, ada kemungkinan server fail.
4. Pada P2P networks, resources biasanya
didistribusikan ke beberapa node sehingga masih ada node yang dapat meresponse
request.
Database Server
Database server adalah program komputer yang menyediakan layanan data lainnya
ke komputer atau program komputer, seperti yang ditetapkan oleh model
klien-server. Istilah ini juga merujuk kepada sebuah komputer yang
didedikasikan untuk menjalankan program server database. Database sistem
manajemen database yang sering menyediakan fungsi server, dan beberapa DBMSs
(misalnya, MySQL) secara eksklusif bergantung pada model klien-server untuk
akses data.
Model-Model Database
Database Management System (DBMS) atau sistem manajemen database dibagi menjadi
lima model. Model yang lebih lama diperkenalkan pada tahun 1960-an,yang
bersifat hierarkis dan jaringan. Model yang lebih baru bersifat relasional,
berorientasi objek, dan multidimensional.
Database Hirarkies
Pada database Hierarkis, field atau record diatur dalam kelompok-kelompok yang
berhubungan, menyerupai diagram pohon, dengan record child (level lebih rendah)
berada di bawah record parent (level yang lebih tinggi). Database hierarkis
merupakan model tertua dan paling sederhana dari kelima model database. Dalam
model database ini mengakses atau mengupdate data bisa berlangsung sangat cepat
karena hubungan-hubungan sudah ditentukan. Tetapi, karena struktur harus
didefinisikan lebih dahulu, maka hal ini cukup riskan. Lagipula menambahkan
field baru ke sebuah record database membuat semua database harus didefinisikan
kembali. Karena itulah diperlukan model database yang baru untuk menunjukkan
masalah pengulangan data dan hubungan data yang kompleks.
Database Jaringan
Konsep database jaringan mirip dengan database hierarkis tetapi setiap record
child dapat memiliki lebih dari satu record parent. Selanjutnya setiap record
child dapat dimiliki oleh lebih dari satu record parent. Database jaringan pada
dasarnya digunakan dengan mainframe, lebih fleksibel disbanding database
hierarkis karena ada hubungan yang berbeda antarcabang data. Akan tetapi
strukturnya masih harus didefinisikan lebih dahulu. Pengguna harus sudah
terbiasa dengan struktur database. Lagipula jumlah hubungan antar-record juga
terbatas, dan untuk menguji sebuah field seseorang harus mendapatkan kembali
semua record.
Database Relasional
Database Relasional bekerja dengan menghubungkan data pada file-file yang
berbeda dengan menggunakan sebuah kunci atau elemen data yang umum.
Cara kerja database
relasional:
Elemen-elemen data disimpan dalam tabel lain yang
membentuk baris dan kolom. Dalam model database ini data diatur secara logis,
yakni berdasarkan isi. Masing-masing record dalam tabel diidentifikasi oleh
sebuah field – kunci primer – yang berisi sebuah nilai unik. Karena itulah data
dalam database relasional dapat muncul dengan cara yang berbeda dari cara ia
disimpan secara fisik pada komputer. Pengguna tidak boleh mengetahui lokasi
fisik sebuah record untuk mendapatkan kembali datanya.
Database Berorientasi Objek
Model ini menggunakan objek sebagai perangkat lunak yang ditulis dalam potongan
kecil yang dapat digunakan kembali sebagai elemen dalam file database. Database
berorientasi objek adalah sebuah database multimedia yang bisa menyimpan lebih
banyak tipe data dibanding database relasional. Salah satu model database
berorientasi objek adalah database hypertext atau database web, yang memuat
teks dan dihubungkan ke dokumen lain. Model lainnya adalah database hypermedia,
yang memuat link dan juga grafis, suara, dan video.
Contoh: database DB2, Cloudscape, Oracle9i dan
sebagainya
Database Multidimensial
Database Multidimensial (MDA) memodelkan data sebagai fakta, dimensi, atau
numerik untuk menganalisis data dalam jumlah besar, tujuannya adalah untuk
mengambil keputusan. Database Multidimensial menggunakan bentuk kubus untuk
merepresentasikan dimensi-dimensi data yang tersedia bagi seorang pengguna,
maksimal empat dimensi.
Contoh: InterSystem Cache, ContourCube, dan Cognoa
PowerPlay
Kemudian Beberapa kombinasi lain dari rancangan sistem client dan server :
1. Arsitektur Single- Tier
Arsitektur Single- Tier adalah semua komponen produksi dari sistem dijalankan
pada komputer yang sama. Sederhana dan alternatifnya sangat mahal. Membutuhkan
sedikit perlengkapan untuk dibeli dan dipelihara.
2. Arsitektur Two-tier
Pada Arsitektur Two-tier, antarmukanya terdapat pada lingkungan desktop dan
sistem manajemen database biasanya ada pada server yang lebih kuat yang
menyediakan layanan pada banyak client. Pengolahan informasi dibagi antara
lingkungan antarmuka sistem dan lingkungan server manajemen database.
3. Arsitektur Three-tier
Arsitektur Three-Tier diperkenalkan untuk mengatasi kelemahan dari arsitektur
two-tier. Di tiga tingkatan arsitektur, sebuah middleware digunakan antara
sistem user interface lingkungan client dan server manajemen database
lingkungan. Middleware ini diimplementasikan dalam berbagai cara seperti
pengolahan transaksi monitor, pesan server atau aplikasi server. Middleware
menjalankan fungsi dari antrian, eksekusi aplikasi dan database staging.
4. Multi tier
Arsitektur Multi Tier adalah suatu metode yang sangat mirip dengan Three Tier.
Bedanya, pada Multi Tier akan diperjelas bagian UI (User Interface) dan Data Processing.
Yang membedakan arsitektur ini adalah dengan adanya Business Logic Server.
Database Server dan Bussines Logic Server merupakan bagian dari Data
Processing, sedangkan Application Server dan Client/Terminal merupakan bagian
dari UI.
Manajemen data base sistem
perangkat bergerak
Open Service Gateway
Initiative (OSGi)
Open Service Gateway Initiative (OSGi) adalah sebuah
system dan aplikasi interoperability berbasis komponen platform yang
terintegrasi. OSGi merupakan system modul dinamik untuk Java. Teknologi OSGi
adalah Universal Middleware. Teknologi OSGi menyediakan sebuah
service-oriented, lingkungan yang berbasis komponen untuk pengembang dan
menawarkan jalan standard untuk mengatur siklus hidup software. Kemampuan ini
dapat menambah nilai jangkauan dari computer dan peralatan yang menggunakan
platform Java dengan sangat hebat. Teknologi OSGi mengadopsi keuntungan dari
menambah time-to-market dan mengurangi biaya pengembangan karena teknologi OSGi
menyediakan subsistem komponen yang terintegrasi dari pre-build dan pre-tested.
Teknologi ini juga mengurangi biaya perawatan dan memberikan kesempatan
aftermarket yang baru dan unik karena jaringan dapat digunakan untuk update
secara dinamik dan mengirimkan service dan aplikasi di lapangan.
OSGi ARSITEKTUR
OSGi adalah sebuah set spesifikasi yang mendefinisikan sebuah komponen system
dinamik untuk Java. Spesifikasi ini memungkinkan sebuah model pengembangan
dimana aplikasi (secara dinamik) terdiri dari berbagai komponen yang berbeda.
Spesifikasi OSGi memungkinkan komponen-komponennya untuk menyembunyikan
implementasinya dari komponen lainnya ketika berkomunikasi melalui services
dimana biasanya ketika hal ini berlangsung implementasi antar komponen dapat
terlihat jelas. Model yang simple ini telah jauh mencapai efek dari segala
aspek dari proses pengembangan software.
Lapisan OSGi
Pengertian dan Tujuan
Manajemen Data
Manajemen Data adalah bagian dari manajemen sumber
daya informasi yang mencakup semua kegiatan yang memastikan bahwa data:
-Data Akurat
-Up to Date (Mutakhir)
-Aman
-Tersedia bagi pemakai (user)
Kegiatan Manajemen Data (1)Kegiatan manajemen data mencakup :
-Pengumpulan Data
-Integritas dan Pengujian
-Penyimpanan
-Pemeliharaan
-Keamanan
-Organisasi
-Pengambilan
Kegiatan Manajemen Data (2)
–Pengumpulan Data
Data yang diperlukan dikumpulkan dan dicatat dalam suatu formulir yang disebut
dokumen sumber yang berfungsi sebagai input bagi system.
–Integritas dan Pengujian
Data tersebut diperiksa untuk meyakinkan konsistensi dan akurasinya berdasarkan
suatu peraturan dan kendala yang telah ditentukan sebelumnya.
–Penyimpanan
Data disimpan pada suatu medium, seperti pita magnetic atau piringan magnetic.
–Pemeliharaan
Data baru ditambahkan, data yang ada diubah, dan data yang tidak lagi
diperlukan dihapus agar sumberdaya data (berkas) tetap mutakhir.
–Keamanan
Data dijaga untuk mencegah penghancuran, kerusakan atau penyalahgunaan.
–Organisasi
Data disusun sedemikian rupa untuk memenuhi kebutuhan informasi pemakai.
–Pengambilan
Data tersedia bagi pemakai.
TELEMATIKA
Telematika ialah istilah untuk mendefinisikan
Telekomunikasi melalui media informatika. Berdasarkan definisi di atas
telematika sebenarnya mencakup dua teknik yaitu: telekomunikasi dan
informatika. Karena kekhususan penelitian dalam bidang penelitian seperti:
Digital signal processing, Network programming, Managemen Telekomunikasi:
Routing, security, dll. Sentral telepon, router, switch, VoIP dll.
Interoperabilitas: pensinyalan, operating system dan data base. Fiber optics,
Network performance and Qos. Pengembangan software, dll.
Pada Manajemen Data Telematika poin penting yang harus
dimiliki adalah client sebagai user, server sebagai pusat pengambilan data, dan
juga database sebagai tempat menyimpan data
Client-Server
Client-Server merupakan sebuah kemampuan dan layanan
komputer untuk meminta request dan menjawab request data ke komputer lain.
Setiap instance dari komputer yang meminta layanan / request disebut sebagai
client dan setiap instance yang menyediakan/memberikan layanan atau menjawab
request disebut server. Data yang diminta oleh client diambil dari database
pada sisi server (server side) yang sering disebut database server. Client
server diaplikasikan pada aplikasi mainframe yang sangat besar untuk membagi
beban proses loading antara client dan server. Pada awalnya pengertian client
server adalah sebuah sistem yang saling berhubungan dalam sebuah jaringan yang
memiliki dua komponen utama yang satu berfungsi sebagai client dan satunya lagi
sebagai server atau biasa disebut 2-Tier. Ada beberapa pengertian lagi tentang
client-server ini, tetapi pada intinya client server adalah desain sebuah
aplikasi terdiri dari client dan server yang saling berkomunikasi ketika
mengakses server dalam suatu jaringan.
Karakteristik Client-Server
Berikut merupakan
karakteristik dari client-server :
* Service
Untuk menyediakan layanan terpisah yang berbeda
* Shared resource
Server dapat melayani beberapa client pada saat yang sama dan mengatur
pengaksesan resource
* Asymmetrical Protocol
Antara client dan server merupakan hubungan one-to-many. Client memulai
komunikasi dengan mengirim request ke server. Server menunggu permintaan dari
client. Kondisi tersebut juga memungkinkan komunikasi callback.
* Transparency Location
Proses server dapat ditempatkan pada mesin yang sama atau terpisah dengan
proses client. Client/server akan menyembunyikan lokasi server dari client.
* Mix-and-match
Tidak tergantung pada platform
* Message-based-exchange
Antara client dan server berkomunikasi dengan mekanisme pertukaran message.
* Encapsulation of service
Message memberitahu server apa yang akan dikerjakan.
* Scalability
sistem C/S dapat dikembangkan baik secara vertical maupun horizontal
* Integrity
Kode dan data server diatur secara terpusat, sedangkan pada client tetap pada
komputer tersendiri.
Karakteristik sisi client
(Client side)
berikut ini beberapa karakteristik sisi client atau client side yaitu :
-Selalu memulai permintaan layanan
-Menunggu dan menerima balasan dari server
-Biasanya terhubung dengan server-server kecil dalam satu waktu
-Berinteraksi langsung dengan pengguna akhir (end user) dengan menggunakan GUI
(Graphical User Interface).
Karakteristik sisi server
(Server Side)
berikut ini beberapa karakteristik sisi client atau server side yaitu :
-Pasif
-Menunggu permintaan dari client
-Menerima permintaan dari client, kemudian memproses permintaan tersebut dan
memberikan balasan / menjawab permintaan kepada client
-Biasanya menerima koneksi dari sejumlah besar client
-Tidak berinteraksi langsung dengan pengguna akhir
Keuntungan Client-Server
Ada beberapa keuntungan yang dapat kita ambil dari
penggunaan manajemen data telematika client server ini. Berikut adalah beberapa
keuntungan tersebut :
1. Client-server mampu menciptakan aturan dan
kewajiban komputasi secara terdistribusi.
2. Mudah dalam maintenance. Memungkinkan untuk mengganti, memperbaiki server
tanpa mengganggu client.
3. Semua data disimpan di server Server dapat mengkontrol akses terhadap
resources, hanya yang memiliki autorisasi saja.
4. Tempat penyimpanan terpusat, update data mudah. Pada peer-to-peer, update
data sulit.
5. Mendukung banyak clients berbeda dan kemampuan yang berbeda pula.
Kelemahan Client Server
Selain memiliki kelemahan, penggunaan client server
juga tentunya memiliki kelemahan. Berikut adalah kelemahan-kelemahan tersebut :
1. Traffic congestion on the network, jika banyak
client mengakses ke server secara simultan, maka server akan overload.
2. Berbeda dengan P2P network, dimana bandwidthnya
meningkat jika banyak client merequest. Karena bandwidth berasal dari semua
komputer yang terkoneksi kepadanya.
3. Pada client-server, ada kemungkinan server fail.
4. Pada P2P networks, resources biasanya
didistribusikan ke beberapa node sehingga masih ada node yang dapat meresponse
request.
Database Server
Database server adalah program komputer yang
menyediakan layanan data lainnya ke komputer atau program komputer, seperti
yang ditetapkan oleh model klien-server. Istilah ini juga merujuk kepada sebuah
komputer yang didedikasikan untuk menjalankan program server database. Database
sistem manajemen database yang sering menyediakan fungsi server, dan beberapa
DBMSs (misalnya, MySQL) secara eksklusif bergantung pada model klien-server
untuk akses data.
Model-Model Database
Database Management System (DBMS) atau sistem
manajemen database dibagi menjadi lima model. Model yang lebih lama
diperkenalkan pada tahun 1960-an,yang bersifat hierarkis dan jaringan. Model
yang lebih baru bersifat relasional, berorientasi objek, dan multidimensional.
Database Hierarkis
Pada database Hierarkis, field atau record diatur
dalam kelompok-kelompok yang berhubungan, menyerupai diagram pohon, dengan
record child (level lebih rendah) berada di bawah record parent (level yang
lebih tinggi). Database hierarkis merupakan model tertua dan paling sederhana
dari kelima model database. Dalam model database ini mengakses atau mengupdate
data bisa berlangsung sangat cepat karena hubungan-hubungan sudah ditentukan.
Tetapi, karena struktur harus didefinisikan lebih dahulu, maka hal ini cukup
riskan. Lagipula menambahkan field baru ke sebuah record database membuat semua
database harus didefinisikan kembali. Karena itulah diperlukan model database
yang baru untuk menunjukkan masalah pengulangan data dan hubungan data yang
kompleks.
Database Jaringan
Konsep database jaringan mirip dengan database
hierarkis tetapi setiap record child dapat memiliki lebih dari satu record
parent. Selanjutnya setiap record child dapat dimiliki oleh lebih dari satu
record parent. Database jaringan pada dasarnya digunakan dengan mainframe,
lebih fleksibel disbanding database hierarkis karena ada hubungan yang berbeda
antarcabang data. Akan tetapi strukturnya masih harus didefinisikan lebih dahulu.
Pengguna harus sudah terbiasa dengan struktur database. Lagipula jumlah
hubungan antar-record juga terbatas, dan untuk menguji sebuah field seseorang
harus mendapatkan kembali semua record.
Database Relasional
Database Relasional bekerja dengan menghubungkan data
pada file-file yang berbeda dengan menggunakan sebuah kunci atau elemen data
yang umum.
Cara kerja database relasional: Elemen-elemen data
disimpan dalam tabel lain yang membentuk baris dan kolom. Dalam model database
ini data diatur secara logis, yakni berdasarkan isi. Masing-masing record dalam
tabel diidentifikasi oleh sebuah field – kunci primer – yang berisi sebuah
nilai unik. Karena itulah data dalam database relasional dapat muncul dengan
cara yang berbeda dari cara ia disimpan secara fisik pada komputer. Pengguna
tidak boleh mengetahui lokasi fisik sebuah record untuk mendapatkan kembali
datanya.
Database Berorientasi Objek
Model ini menggunakan objek sebagai perangkat lunak
yang ditulis dalam potongan kecil yang dapat digunakan kembali sebagai elemen
dalam file database. Database berorientasi objek adalah sebuah database
multimedia yang bisa menyimpan lebih banyak tipe data dibanding database
relasional. Salah satu model database berorientasi objek adalah database
hypertext atau database web, yang memuat teks dan dihubungkan ke dokumen lain.
Model lainnya adalah database hypermedia, yang memuat link dan juga grafis,
suara, dan video.
Contoh: database DB2, Cloudscape, Oracle9i dan
sebagainya
Database Multidimensial
Database Multidimensial (MDA) memodelkan data sebagai
fakta, dimensi, atau numerik untuk menganalisis data dalam jumlah besar,
tujuannya adalah untuk mengambil keputusan. Database Multidimensial menggunakan
bentuk kubus untuk merepresentasikan dimensi-dimensi data yang tersedia bagi
seorang pengguna, maksimal empat dimensi.
Contoh: InterSystem Cache, ContourCube, dan Cognoa
PowerPlay
Kemudian Beberapa kombinasi lain dari rancangan sistem client dan server :
1. Arsitektur Single- Tier
Arsitektur Single- Tier adalah semua komponen produksi dari sistem dijalankan
pada komputer yang sama. Sederhana dan alternatifnya sangat mahal. Membutuhkan
sedikit perlengkapan untuk dibeli dan dipelihara.
2. Arsitektur Two-tier
Pada Arsitektur Two-tier, antarmukanya terdapat pada lingkungan desktop dan
sistem manajemen database biasanya ada pada server yang lebih kuat yang
menyediakan layanan pada banyak client. Pengolahan informasi dibagi antara
lingkungan antarmuka sistem dan lingkungan server manajemen database.
3. Arsitektur Three-tier
Arsitektur Three-Tier diperkenalkan untuk mengatasi kelemahan dari arsitektur
two-tier. Di tiga tingkatan arsitektur, sebuah middleware digunakan antara
sistem user interface lingkungan client dan server manajemen database
lingkungan. Middleware ini diimplementasikan dalam berbagai cara seperti
pengolahan transaksi monitor, pesan server atau aplikasi server. Middleware
menjalankan fungsi dari antrian, eksekusi aplikasi dan database staging.
4. Multi tier
Arsitektur Multi Tier adalah suatu metode yang sangat mirip dengan Three Tier.
Bedanya, pada Multi Tier akan diperjelas bagian UI (User Interface) dan Data
Processing. Yang membedakan arsitektur ini adalah dengan adanya Business Logic
Server. Database Server dan Bussines Logic Server merupakan bagian dari Data
Processing, sedangkan Application Server dan Client/Terminal merupakan bagian
dari UI.
Manajemen data base sistem
perangkat bergerak
Open Service Gateway
Initiative (OSGi)
Open Service Gateway Initiative (OSGi) adalah sebuah
system dan aplikasi interoperability berbasis komponen platform yang
terintegrasi. OSGi merupakan system modul dinamik untuk Java. Teknologi OSGi
adalah Universal Middleware. Teknologi OSGi menyediakan sebuah
service-oriented, lingkungan yang berbasis komponen untuk pengembang dan menawarkan
jalan standard untuk mengatur siklus hidup software. Kemampuan ini dapat
menambah nilai jangkauan dari computer dan peralatan yang menggunakan platform
Java dengan sangat hebat. Teknologi OSGi mengadopsi keuntungan dari menambah
time-to-market dan mengurangi biaya pengembangan karena teknologi OSGi
menyediakan subsistem komponen yang terintegrasi dari pre-build dan pre-tested.
Teknologi ini juga mengurangi biaya perawatan dan memberikan kesempatan
aftermarket yang baru dan unik karena jaringan dapat digunakan untuk update
secara dinamik dan mengirimkan service dan aplikasi di lapangan.
OSGi ARSITEKTUR
OSGi adalah sebuah set spesifikasi yang mendefinisikan sebuah komponen system
dinamik untuk Java. Spesifikasi ini memungkinkan sebuah model pengembangan
dimana aplikasi (secara dinamik) terdiri dari berbagai komponen yang berbeda.
Spesifikasi OSGi memungkinkan komponen-komponennya untuk menyembunyikan
implementasinya dari komponen lainnya ketika berkomunikasi melalui services
dimana biasanya ketika hal ini berlangsung implementasi antar komponen dapat
terlihat jelas. Model yang simple ini telah jauh mencapai efek dari segala
aspek dari proses pengembangan software.
Lapisan OSGi
Definisi
- Bundles
: Bundles adalah komponen OSGi yang dibuat oleh
pengembang/developer.
- Services
: Lapisan service menghubungkan bundles dalam sebuah
jalan dinamik dengan menawarkan model publish-find-bind untuk objek Java
yang lama.
- Life
Cycle
: API untuk menginstall, memulai, menghentikan, update
dan menguninstall bundles.
- Modules
: Lapisan yang menjelaskan bagaimana bundles dapat
mengimport dan mengexport kode.
- Security
: Lapisan yang memegang aspek keamanan.
- Execution
Environment : Menjelaskan class dan method apa yang ada di
platform.
KEUNTUNGAN TEKNOLOGI OSGI
Menjelaskan teknologi OSGi kepada yang belum familiar dengan teknologi ini sangatlah
sulit. Ada begitu banyak artikel yang menjelaskan teknologi OSGi tetapi hal itu
masih belum bisa dimengerti oleh user yang benar-benar awam karena teknologi
OSGi menyediakan solusi untuk permasalahan yang banyak orang menganggap bahwa
maslah itu merupakan aspek instrinsik dari Java. Permasalahan ini sebenarnya
bukan masalah instrinsik dari Java dan teknologi OSGi dapat mengatasi itu
semua. Alasan utama mengapa teknologi OSGi dapat sukses karena teknologi ini
menyediakan komponen system yang benar-benar matang yang dapat bekerja di
lingkungan yang sangat banyak jumlahnya. Komponen system yang biasa digunakan
untuk membangun aplikasi yang tingkat kekompleksannya sangat tinggi seperti
IDEs (Eclipse), aplikasi server (GlassFish, IBM Websphere, Oracle/BEA Weblogic,
Jonas, JBoss), aplikasi framework (Spring, Guice), otomatisasi industry,
telepon dan banyak lainnya.
sumber :
referensi
:http://yusuke-chan.blogspot.com/2011/11/manajemen-data-telematika.html
http://saprida.blogspot.com/2011/11/manajemen-data-bab-ix.html
http://sultanifajar.blogspot.com/2012/11/manajemen-data-sisi-klien.html
http://kecoa-perang.blogspot.co.id/
KEUNTUNGAN TEKNOLOGI OSGI
Menjelaskan teknologi OSGi kepada yang belum familiar dengan teknologi ini
sangatlah sulit. Ada begitu banyak artikel yang menjelaskan teknologi OSGi
tetapi hal itu masih belum bisa dimengerti oleh user yang benar-benar awam
karena teknologi OSGi menyediakan solusi untuk permasalahan yang banyak orang
menganggap bahwa maslah itu merupakan aspek instrinsik dari Java. Permasalahan
ini sebenarnya bukan masalah instrinsik dari Java dan teknologi OSGi dapat
mengatasi itu semua. Alasan utama mengapa teknologi OSGi dapat sukses karena
teknologi ini menyediakan komponen system yang benar-benar matang yang dapat
bekerja di lingkungan yang sangat banyak jumlahnya. Komponen system yang biasa
digunakan untuk membangun aplikasi yang tingkat kekompleksannya sangat tinggi
seperti IDEs (Eclipse), aplikasi server (GlassFish, IBM Websphere, Oracle/BEA
Weblogic, Jonas, JBoss), aplikasi framework (Spring, Guice), otomatisasi
industry, telepon dan banyak lainnya.
sumber :
referensi
:http://yusuke-chan.blogspot.com/2011/11/manajemen-data-telematika.html
http://saprida.blogspot.com/2011/11/manajemen-data-bab-ix.html
http://sultanifajar.blogspot.com/2012/11/manajemen-data-sisi-klien.html